dalam buku tenggelamnya kapal van der wijk - buya HAMKA
“Nikmat Ilahi ada di sekeliling tiap-tiap insan, ada di dusun, ada di kota, ada di gunung dan ada di lurah, ada di daratan dan ada di lautan. Tetapi nafsu tiada merasa puas, atau tidak ingat nikmat yang di kelilingnya itu; dia hanya melihat kekurangannya. Yang senantiasa diperhatikannya ialah nikmat yang ada di tempat lain, dan yang di tangan orang lain. Kelak kalau dia ada kesempatan pindah ke tempat yang dilihatnya itu, dia menyesal dan dia teringat pulang, yaitu pada hari yang tiada berguna padanya penjelasan lagi …”