Kepada Saudaraku M. Natsir
meskipun bersilang keris di leher
berkilat pedang di hadapan matamu
namun yang benar kau sebut juga
cinta Muhammad biarlah lahir
bongkar apinya hingga ketemu
hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri di sebelah kananmu
Mikail berdiri di sebelah kiri
lindungan Ilahi memberimu tenaga
suka dan duka kita hadapi
suaramu wahai Natsir, suara kaummu
kemana lagi Natsir, kemana kita lagi
ini berjuta kawan sefaham
hidup dan mati bersama-sama
untuk menuntut ridha Ilahi
dan aku pun masukkan!
dalam daftarmu....”