manusia dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan perjalanan
engkau tidak diistimewakan juga menghadapi
kata-kata keluar darimu memahami
aku salut, sering terlambat pada berfikirku
kawan…
sedikitnya aku memahami kau berambisi
kebahagiaan; pasti semua orang
ternyata kepuasan kata-kata tidak menjamin, kawan!
menepikan Tuhan harus pasti kemustahilan
pada terawang kata-kata, terlebih lagi sikap berjalan
kesenangan dunia sering melupakan kematian
sabar ataupun tidak sadar; dunia tidak lama
harus memilih kesabaran mudah-mudahan kita sadar arah
memakai dunia untuk manfaat sesudah mati
padamu; aku malu berpanjang lebar
engkau memahami, bahkan lebih
tapi aku tak ragu berkata sikap di jalan Tuhan
karena sama yakin kembali kita pada-Nya
dari kata-kataku kau dapat mempermalukanku
saat ketidakwajaran padaku; tagihlah sikap kata-kataku!
kucoba tak malu pada manusia
namun, kuharuskan malu pada Tuhan…!
Padang, 26 maret 2010