terkait: takkan sekedar khayalan
bidadariku...
sebelum menuju perahu;
di dermaga kita berdiri tanpa belenggu.
jangan kau tatap mataku mencari sesuatu!
kau takkan dapatkan; kecuali beku dan menipu.
menataplah! ke arah pandanganku menatap;
-samudera terbentang-
terlihat tantangan ombak, badai, dan batu karang.
di angin yang menyentuh, resapilah pengakuanku!
-lelaki pencemburu-
dalam perahu setialah!
padamu, padaku, hingga akhirnya aku percaya;
setia utamamu pada anakku yang jika diperkenankan,
-titipan untuk kita-
ya, untuk semuanya setialah pada Yang menitipkan itu!
ketika pandangan kita pada luasnya samudera;
akan kudengar setia pahammu.
jika sama pahamku;
kita berjalan ke perahu dan bergandengan.
jika tak sama; biarkanlah! itu bukan perahu kita.
dalam perahuku;
aku ingin cemburuku tetap bersemayam dalam dada.
keseimbanganku biar tak oleng pada tantangan,
tak karam menjelang tujuan!
sebab, jika hilang cemburu?
disalin: Padang, januari 2012