Pages

Selasa, 10 Januari 2012

pengaruh materi bacaan

dalam buku esq - ary ginanjar agustian

Setiap bacaan, kejadian, perkataan, perbuatan orang lain, dan sikap orang lain akan membekas pada diri anda, baik itu secara tidak disengaja atau memang disengaja. Begitu banyak paham-paham yang diajarkan oleh orang lain. Sebagai contoh nyata, bagaimana ajaran Karl Marx telah mempengaruhi pemikiran jutaan orang di Rusia dengan ajaran sosialis dan komunisnya. Pemikiran Mao Tse Tung yang telah mengubah wajah satu milyar manusia di Cina dengan ajaran komunis dan sosialisnya. Peter Drucker yang terkenal dengan pemikiran "Management by Objective" yang banyak membuat orang begitu mendewakan sebuah keberhasilan ekonomi, tetapi begitu mengabaikan keseimbangan nurani.

Tidak usah jauh-jauh, pemikiran Dale Carnagie dan Stephen Covey banyak dianut oleh begitu banyak orang Islam. Namun yang menyedihkan, para pembaca itu banyak yang tidak menyadari bahwa setelah membaca buku tersebut seharusnya mereka kembali kepada Allah SWT sebagai pemilik kebenaran. Buku itu bagus apabila anda melandasinya terlebih dahulu dengan keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Setelah selesai membaca, haruslah kembali kepada Allah SWT agar anda tidak tergiring kepada suatu pemikiran yang "terputus" dan berhenti di situ saja. Itu tidaklah cukup. Kecuali anda mampu menemukan dan menyadari terlebih dahulu bahwa semua hal yang benar itu adalah milik Allah semata.

Ketika anda berdecak-decak kagum dan mengangguk-angguk membenarkan, seyogyanya anda mengangguk kepada Allah SWT, bukan kepada sang penulis itu. Karena bagaimana mungkin anda bisa mengangguk mengiyakan, seandainya di hati anda tidak memiliki suara hati sebagai sebuah tolok ukur yang bisa membenarkan itu semua. Apa yang akan anda anggukkan, jika sekiranya anda tidak punya perasaan untuk membenarkan hal itu? Mengangguk adalah tanda kembali kepada Allah menurut Mac Scheler.

Apabila sudah memiliki sebuah pegangan yang kuat di dalam diri, dimana pegangan ini dicapai melalui suatu pengembaraan pemikiran yang logis, hingga mencapai titik keimanan secara alami, maka niscaya bacaan apa pun yang dihadapkan tidak akan mampu menggoyahkan prinsip anda, tetapi justru akan lebih memperkuat dan memperkokoh keimanan anda.

Anda sangat dianjurkan untuk membaca berbagai buku, namun disarankan untuk membaca Al Qur'an, sebagai penyeimbang, agar anda tetap memiliki pegangan yang kuat, dan tidak terjerumus pada pemikiran-pemikiran yang keliru.

Tidak! Jangan ikuti ia. Sujudlah dan dekatkan dirimu (kepada Tuhan)!
- Q.S. 96 Surat Al 'Alaq (Segumpal Darah) Ayat 19 -