dalam buku pengantin surga - abul miqdad al-madany
Apa yang kita ketahui tentang wanita luar biasa ini? Mungkin tidak banyak atau mungkin terlalu sedikit. Padahal ia adalah ibu kita, ibunda seluruh orang-orang beriman, ummul mu'minin.
Tentang ibadahnya, Al Qasim pernah bercerita: "Dahulu bila aku memasuki waktu pagi, yang pertama kali kulakukan adalah mendatangi rumah 'Aisyah dan mengucapkan salam kepadanya. Dan pada suatu pagi, ketika aku mendatangi rumahnya, ternyata ia sedang berdiri mengerjakan shalat, bertasbih dan membaca:
"Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka." (Ath Thur: 27)
Beliau berdo'a dan menangis, serta mengulang-ulangi ayat itu. Karena terlalu lama menunggu, aku pun berdiri dan pergi ke pasar untuk memenuhi beberapa hajatku. Dan ketika aku kembali, ternyata ummul mu'minin itu masih mengerjakan shalat dan terus menangis."
Tentang kedermawanannya, 'Abdullah ibn Az Zubair pernah mengatakan: "Aku belum pernah melihat dua wanita yang mempunyai kedermawanan melebihi 'Aisyah dan Asma'. Dan kedermawanan mereka berdua mempunyai perbedaan: Adapun 'Aisyah maka ia selalu mengumpulkan apa yang ia miliki hingga bila terkumpul dia pun menyedekahkannya. Sedangkan Asma', ia adalah orang yang tidak bisa menyimpan sesuatu hingga esok hari."
Dan simaklah apa yang dikatakan Ibnu 'Abbas -sepupu Rasulullah saw- tentang 'Aisyah ketika ia sedang berada dalam keadaan sakaratul maut ...
"Bergembiralah, sebab tidak lama lagi engkau akan berjumpa dengan Muhammad saw dan orang-orang yang engkau kasihi. Jarak pertemuan itu tidak melebihi keluarnya ruh dari jasad. Engkau adalah wanita yang paling dicintai oleh Rasulullah saw. Dan bila Rasulullah saw mencintai, beliau tidak pernah mencintai kecuali sesuatu yang baik. Ketika kalungmu jatuh di desa Abwa' (sebuah desa antara Mekkah dan Madinah-pen), Rasulullah saw pun menunggu di situ hingga pagi, sementara saat subuh tiba, orang-orang tidak mempunyai air untuk berwudhu. Maka Allah Azza wa Jalla pun menurunkan: "Maka bertayammumlah kalian dengan debu yang suci." (An Nisa: 43). Dan (keringanan itu) diturunkan disebabkan oleh engkau. Allah juga telah menurunkan pensucianmu dari atas langit yang tujuh. Jibrillah yang datang membawa (ayat pensucianmu dari fitnah). Hingga saat ini, tidak ada satu masjid pun dari masjid-masjid Allah, dimana Nama Allah disebut melainkan ayat (pensucianmu) itu dibacakan siang dan malam."
Mendengar itu, 'Aisyah berkata -dan lihatlah ucapan yang penuh keikhlasan ini-: "Tidak usah kau ucapkan semua itu, wahai Ibnu 'Abbas! Karena demi Dzat yang jiwaku di TanganNya, seandainya bisa aku ingin menjadi orang yang terlupakan dan dilupakan."
Itulah 'Aisyah. Istri kecintaan Nabi saw. Putri sahabat kesangan Nabi. Ibunda sekalian orang-orang beriman hingga akhir menjelang. Memang teramat sedikit yang kita ketahui tentangnya. Semoga Allah meridhainya ... dan juga meridhai kita.