Pages

Minggu, 01 Januari 2012

membiasakan pekerjaan berfikir

dalam buku tasauf modern - buya HAMKA

Untuk menjaga kesehatan jiwa, dengan pengasahan otak setiap hari, walau latihan yang sekecil-kecil sekalipun. Karena bila otak dibiarkan menganggur berfikir, bisa pula ditimpa sakit, menjadi bingung. Tiap-tiap hari otak mesti diperbaru. Kalau otak malas berfikir, kita menjadi dungu. Tumbuhnya pak turut adalah karena malas berfikir. Itulah mati di dalam hidup. Haruslah diajar kekuatan berfikir sejak kecil, karena orang yang kuat berfikirlah yang dapat menghasilkan hikmat. Jika besar kelak dia akan menjadi bintang pergaulan yang gemerlapan, menjadi garam, yang tanpa dia, sambal masyarakat tidak ada rasa.

Fikir berdekat dengan pengalaman. Seorang pemikir yang berpengalaman, bisa mengambil natijah (kesimpulan) suatu perkara dengan segera, sedang orang lain memandang perkara itu besar dan sulit. Sebab dari fikirannya dan pengalamannya, dia sudah biasa menjalankan manthiknya. Kalau perkara ini asalnya begitu, tentu akibatnya begini. Dan perjalanan Sunnatullah ini tidaklah akan salah. Yang kerapkali salah ialah jalan berfikir.

Setelah dia menjadi ahli fikir dan berpengalaman, tambah berseri jika dia berilmu. Laksana seorang yang mempunyai keris pusaka yang tajam, senantiasa diasah dan digosoknya. Kalau keris itu disimpan saja, tidak diasah, digosok, akan berkarat, walaupun dahulukala dia bertuah, sebab tuah semasa tajamnya. Orang jawa menamainya: "Keris yang kehilangan pamor".

Demikian ilmu dengan fikiran, tidaklah enggan seorang ahli ilmu menambah ilmu, sebab ilmu adalah laksana lautan, bertambah diselami bertemulah barang-barang ajaib yang belum pernah dilihat dan didengar. Orang umpamakan rahasia dan keajaiban alam ini dengan lautan besar. Ombaknya yang memecah, membawakan mutiara dan yang tersimpan di dasar lautan masih banyak, sampai kiamat dunia, perbendaharaan laut itu belum akan habis-habisnya.

Berkata Al-Hasan Al-Basri: "Pimpin dan kendalikanlah jiwa dengan baik, karena ia amat liar, dan beri ingatlah, karena dia lekas lupa."